
Saat usiaku menjelang 20an tahun,aku lupa 20 berapa.wekekekekekek. aku punya permintaan gila.
Aku ingin hadiah dari Allah, yaitu H U J A N.
Yap!
Hujan.
Kenapa gila?
Karena aku lahir di bulan Mei menjelang Juni dan biasanya di Indonesia itu bulan dimana panas matahari sedang rajin-rajinnya maksimal menyinari bumi. PUANASSS. Musim kemarau.
Dan saat itu, memang musim kemarau panjang.
Karena saat itu ultahku jatuh di hari Minggu, aku menyempatkan diri pulang ke kampung halaman untuk merenungi pertambahan usiaku di rumahku tercinta.
Pas nyampe stasiun Probolinggo, papa sudah menjemput.
Pas di dalam mobil, aku bertanya pada papa, "Pa, di Probolinggo sudah hujan?"
Papaku tertawa. Lalu menjawab, "Justru sekarang lagi musim kemarau panjang. Mendung aja ndak pernah datang. Apalagi hujan, Nduk."
Aku cuma senyum aja. Dalam hati sebenarnya aku sudah tau jawabannya. Karena di Surabaya juga gak pernah mendung blaaaas selama 2 bulan ini. Apalagi hujan...
Tapi dalam hati aku terus berharap, semoga hadiah yang aku minta pada Allah tetap dikabulkan, yaitu hujan.
Esoknya, tibalah hari Minggu dimana usiaku tepat 20an tahun.
Dari pagi aku tunggu-tunggu, hujan gak muncul. Malah matahari dahsyat sekali bersinar.
Dalam hati, sebenernya aku merasa agak kecewa. Ternyata, memang hadiahku nggak masuk akal untuk gadis yang lahir di bulan Mei saat musim panas tiba.
Sampai jam 11... 12 siang... aku masih menunggu.
Tapi langit sangat jernih, matahari bersinar terik, tidak ada tanda-tanda turun hujan.
Selepas sholat Dhuhur, aku hanya berdoa.
"Yaa Allah, permintaan hamba untuk hadiah turun hujan sepertinya memang tidak masuk akal. Maafkan hamba atas permintaan yang aneh ini. Jika hari ini tidak turun hujan, hamba ikhlas..."
Selesai melepas mukenah, aku berjalan ke dapur. Berniat menghibur diri dengan nyamil makanan.
Pas hampir menyomot tahu goreng, tiba-tiba keajaiban terjadi.
Seketika langit gelap.
Guntur membahana bertalu-talu.
Kilat menyambar-nyambar.
Seisi rumah langsung keheranan dengan perubahan yang terjadi seketika itu.
Iyukku langsung ngibrit ngangkatin jemuran di samping rumah.
Dan tepat pukul 13.15 WIB, hujan turun dengan sangat deras...
Sangat deras...
Aku terpaku di tempatku berdiri.
Gak percaya dengan apa yang terjadi.
Pas sadar, aku segera berlari ke jendela. Ingin memastikan bahwa hujan memang benar-benar turun.
Saat yakin bahwa itu bukan mimpi, aku langsung bersimpuh sujud syukur di lantai.
Aku menangis saking bahagianya.
Hadiah terindah yang aku minta dari Allah, ternyata dikabulkan...
Hujan deras turun di bulan Mei saat musim panas.
Namun anehnya, hujan ini tidak lama.
HAnya sekitar 10 menit saja.
Lalu seketika langit kembali terang, matahari kembali bersinar terik.
Dan hujan tidak pernah turun lagi sampai bulan Oktober datang.
Kisah ini ASLI nyata bukan rekayasa.
Sejak kejadian ini, aku yakin bahwa DI DUNIA INI TIDAK ADA YANG TIDAK MUNGKIN.
Kata `TIDAK MUNGKIN` langsung aku hapus dari kamus hidupku.
Jadi ketika orang berkata:
"Kamu gak mungkin bisa ini... itu... bla...bla..bla..."
"Gak mungkin kita nutut ngerjain ini...itu....bla...bla..bla...."
Aku hanya ternsenyum, dan berkata :
"DI DUNIA INI, TIDAK ADA YANG TIDAK MUNGKIN."
So, jika kita punya impian, impian GILA sekalipun, terus pegang teguh! PErjuangkan dengan sungguh-sungguh, dan teruslah berdoa. Yakinlah Allah akan mengabulkan doa kita, pada waktu yang paling tepat.
KEEP THE FAITH!!!
Bismillah..

Tidak ada komentar:
Posting Komentar