Jumat, 15 April 2011

Tidak Ada Yang Tidak Mungkin


Saat usiaku menjelang 20an tahun,aku lupa 20 berapa.wekekekekekek. aku punya permintaan gila.

Aku ingin hadiah dari Allah, yaitu H U J A N.

Yap!

Hujan.

Kenapa gila?

Karena aku lahir di bulan Mei menjelang Juni dan biasanya di Indonesia itu bulan dimana panas matahari sedang rajin-rajinnya maksimal menyinari bumi. PUANASSS. Musim kemarau.

Dan saat itu, memang musim kemarau panjang.

Karena saat itu ultahku jatuh di hari Minggu, aku menyempatkan diri pulang ke kampung halaman untuk merenungi pertambahan usiaku di rumahku tercinta.

Pas nyampe stasiun Probolinggo, papa sudah menjemput.

Pas di dalam mobil, aku bertanya pada papa, "Pa, di Probolinggo sudah hujan?"

Papaku tertawa. Lalu menjawab, "Justru sekarang lagi musim kemarau panjang. Mendung aja ndak pernah datang. Apalagi hujan, Nduk."

Aku cuma senyum aja. Dalam hati sebenarnya aku sudah tau jawabannya. Karena di Surabaya juga gak pernah mendung blaaaas selama 2 bulan ini. Apalagi hujan...

Tapi dalam hati aku terus berharap, semoga hadiah yang aku minta pada Allah tetap dikabulkan, yaitu hujan.

Esoknya, tibalah hari Minggu dimana usiaku tepat 20an tahun.

Dari pagi aku tunggu-tunggu, hujan gak muncul. Malah matahari dahsyat sekali bersinar.

Dalam hati, sebenernya aku merasa agak kecewa. Ternyata, memang hadiahku nggak masuk akal untuk gadis yang lahir di bulan Mei saat musim panas tiba.

Sampai jam 11... 12 siang... aku masih menunggu.

Tapi langit sangat jernih, matahari bersinar terik, tidak ada tanda-tanda turun hujan.

Selepas sholat Dhuhur, aku hanya berdoa.

"Yaa Allah, permintaan hamba untuk hadiah turun hujan sepertinya memang tidak masuk akal. Maafkan hamba atas permintaan yang aneh ini. Jika hari ini tidak turun hujan, hamba ikhlas..."

Selesai melepas mukenah, aku berjalan ke dapur. Berniat menghibur diri dengan nyamil makanan.

Pas hampir menyomot tahu goreng, tiba-tiba keajaiban terjadi.

Seketika langit gelap.

Guntur membahana bertalu-talu.

Kilat menyambar-nyambar.

Seisi rumah langsung keheranan dengan perubahan yang terjadi seketika itu.

Iyukku langsung ngibrit ngangkatin jemuran di samping rumah.

Dan tepat pukul 13.15 WIB, hujan turun dengan sangat deras...

Sangat deras...

Aku terpaku di tempatku berdiri.

Gak percaya dengan apa yang terjadi.

Pas sadar, aku segera berlari ke jendela. Ingin memastikan bahwa hujan memang benar-benar turun.

Saat yakin bahwa itu bukan mimpi, aku langsung bersimpuh sujud syukur di lantai.

Aku menangis saking bahagianya.

Hadiah terindah yang aku minta dari Allah, ternyata dikabulkan...

Hujan deras turun di bulan Mei saat musim panas.

Namun anehnya, hujan ini tidak lama.

HAnya sekitar 10 menit saja.

Lalu seketika langit kembali terang, matahari kembali bersinar terik.

Dan hujan tidak pernah turun lagi sampai bulan Oktober datang.

Kisah ini ASLI nyata bukan rekayasa.

Sejak kejadian ini, aku yakin bahwa DI DUNIA INI TIDAK ADA YANG TIDAK MUNGKIN.

Kata `TIDAK MUNGKIN` langsung aku hapus dari kamus hidupku.

Jadi ketika orang berkata:

"Kamu gak mungkin bisa ini... itu... bla...bla..bla..."

"Gak mungkin kita nutut ngerjain ini...itu....bla...bla..bla...."

Aku hanya ternsenyum, dan berkata :

"DI DUNIA INI, TIDAK ADA YANG TIDAK MUNGKIN."

So, jika kita punya impian, impian GILA sekalipun, terus pegang teguh! PErjuangkan dengan sungguh-sungguh, dan teruslah berdoa. Yakinlah Allah akan mengabulkan doa kita, pada waktu yang paling tepat.

KEEP THE FAITH!!!

Bismillah..

The POWER of SMILE


First of all, hanya sebagai gambaran, sebenarnya awalnya aku bukan termasuk orang yang murah senyum.

Bahkan, sebenarnya aku merasa heran dengan orang-orang yang sangat suka tersenyum.

Dalam benakku, mesti ada perntanyaan, "Ngapain sih orang ini dari tadi senyam-senyum?"

Mungkin itu sebabnya, kebanyakan kesan pertama orang melihatku, aku adalah orang yang dingin, susah didekati, galak, nyatek, nyokot, ngiler..eh enggak lah..hehehehe

intinya aku orang yang serem.

Well... jujur aja, aku gak pernah peduli dengan kesan orang terhadap diriku.

yang penting aku tidak melakukan sesuatu yang kriminal.

I am, what I am.

Seiring dengan berjalannya waktu, banyak hal yang terjadi padaku.

Terutama ketika aku mulai memasuki dunia kerja.

Aku ingat, betapa pernah suatu saat aku mendapat cobaan berat. Aku menjadi kambing hitam dari suatu masalah yang menyangkut uang banyak... ratusan juta.

Man! liat mukanya uang ratusan juta aja gak pernah...

Saat itu sebenarnya banyak orang tau, bukan aku yang bersalah.

Tapi saat itu, memang aku dalam keadaan yang belum berpengalaman dan tidak punya bukti apa2 selain berpegang teguh pada kejujuranku, dan pertolongan Allah.

Di saat yang berat seperti itu, segalanya terasa menghimpit dan kacau. Hingga pada suatu hari, ketika aku merenungi kejadian ini sambil naik motor kesayanganku, Kotaro,tiba-tiba aku spontan tersenyum. Menertawakan keadaanku saat itu.

Dan anehnya, saudara-saudara... tiba-tiba perasaanku menjadi lebih ringan.Sepanjang perjalanan pulang, aku terus tersenyum dan beristighfar.

Mencoba meyakinkan diri bahwa tidak ada cobaan yang lebih berat daripada kemampuanku menghadapinya.

Ketika perasaanku lebih ringan, aku mulai tenang dan mulai bisa belajar ikhlas.

Saat itu aku yakinkan pada diriku, bahwa aku tidak bersalah.

Memang aku tidak punya bukti, tapi suatu saat nanti Allah pasti akan menunjukkan siapa sebenarnya yang harus bertanggungjawab tentang masalah ini.

Dan benar saja, tidak lama kemudian Allah benar-benar menunjukkan siapa yang harus bertanggung jawab atas masalah yang dilimpahkan kesalahannya padaku sebelumnya.

Saat aku masih jadi orang kantoran, aku punya bos yang baik. Beliau seperti om sendiri bagiku. Dan yang aku pelajari dari beliau adalah, beliau adalah orang yang

suka tersenyum. Tanggungjawab pekerjaannya berat. Masalah yang menghimpitnya hampir tiap hari juga berat. Tapi beliau masih selalu bisa tersenyum dan tertawa

menghadapinya. Kadang saat meeting bersama, dan kita sudah tau bakal menjadi pihak yang dipersalahkan dalam meeting bersama Big Boss, kita berdua spontan tersenyum.

Dan, beliau pasti berkata, "Ya wis lah. Mau gimana lagi? Hadapi aja." sambil tersenyum dan kadang tertawa ringan.

Dan memang, perasaan kita jadi lebih santai dan ternyata, biasanya, masalah yang awalnya kita kuatirkan bakalan super runyam dan gawat, ternyata hanya menjadi masalah ringan bagi Big Boss.

Jadi kita tidak terlalu dipersalahkan juga. Hanya mendapat nasihat2 yang membangun dari Big Boss.

Saat ini, aku berada dalam keadaan yang relatif mirip.

Tugas dan tanggungjawab datang silih berganti. Kadang malah gak mau antri. Maunya selesai bareng semua dengan hasil yang maksimal.

Saat otakku rasanya mau meledak saking penuhnya yang dipikir, dan saat badanku mulai protes karena ingin istirahat, aku hanya bisa TERSENYUM.

Menertawakan keadaanku dan situasiku.

MEmang gak jarang akhirnya keadaan berakhir dengan terkaparnya aku di tempat tidur selama beberapa hari karena Typus kumat dan lain sebagainya.

Tapi setidaknya, saat aku tersenyum menertawakan keadaanku, perasaanku jadi lebih ringan.

Ketika aku ditugaskan Allah menjadi guru, setiap hari aku menerima banyak senyuman. Bukan hanya senyuman kadang. Juga pelukan dan ciuman dari murid-muridku yang lucu-lucu.

Akhirnya aku mempelajari sesuatu, ketika seseorang tersenyum pada kita, kita biasanya akan LANGSUNG SPONTAN BALAS TERSENYUM untuk orang itu.

Dan ketika aku menerima senyuman polos dari anak-anakku itu, rasanya duniaku menjadi lebih indah. Dan jika pada saat itu kondisiku sedag tidak terlalu sehat, senyuman mereka bisa meringankan sakitku.

Akhirnya aku teringat akan hadist Rasulullah SAW yang bunyinya, “Tersenyum ketika bertemu dengan saudara kalian adalah termasuk ibadah.”

(HR.At-Tirmidzi, Ibnu Hibban, dan Al-Baihaqi.)

Akhirnya aku tau mengapa Rasulullah menganjurkan agar kita banyak tersenyum.

Ternyata, senyum tidak hanya bisa meringankan perasaan kita, tetapi juga meringankan perasaan orang lain.

Dan meringankan perasaan orang lain adalah termasuk perbuatan baik yang mendapat pahala.

Aku memang masih belum menjadi orang yang sangat murah senyum. Tapi aku sudah menjadi orang yang jauh lebih banyak tersenyum dibanding dahulu.

Semoga aku semakin ahli tersenyum (^_^)

So, diakhir notes ini, aku ingin menyalin beberapa buah bait syair lagu dari mendiang Nat King Cole yang judulnya, SMILE.

Smile though your heart is aching

Smile even though it’s breaking

When there are clouds in the sky, you’ll get by

If you smile through your fear and sorrow

Smile and maybe tomorrow

You’ll see the sun come shining through for you

Light up your face with gladness

Hide every trace of sadness

Although a tear may be ever so near

That’s the time you must keep on trying

Smile, what’s the use of crying?

You’ll find that life is still worthwhile

If you just smile

So, everybody let`s SMIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIILLLEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEE!!!!

(^0^)

Learning from My Bule Friends...

Nowadays... I don`t know why, my life is more and more interesting.

I learn so many things since my first bule friend comes to my school.

First of all... I`ll tell you that I never...ever...have a thought to have a friend from foreign country. I mean like, a bule friend whom I met almost every single day, have a chat, hangout together, go on vacations together... Oh My God!

Never... ever...

Because I was so not confident with my ability to speak english. I know I could understand what they said, but I didn`t have any confidence to reply... I was worried that they would be not understand what I`ve said. And being stupid girl is the most...I repeat... IS THE MOST HUMILIATING situation for me. Even when I went to Bali last year, I never ever spoke to a single bule there.

So.... here he comes the bule!

At the first time I heard about a native speaker from Poland will be on our school for about 6 months, I speak to my self: "Well...first bule."

And because he will live in our school dormitory also, I never imagine how he can stand of it.

I mean... you know... bule is wellknown as a party goers, clubbing, free lifestyle...

and now he had to live in our school which is like in the middle of nowhere...

And we are a moslem school. So he had to be really careful with his attitude.

At the first time he spokes, I speak to my self: "oh dear... he speaks really fast!"

But then, I realised that I can understand him very well!! Then I began to a little bit confidence with my english.

So in the next meeting with him, I tried to open a quick conversation. About his hobby. hakakakak!

And thanks God, he understand very well what I was talking about. The quick conversation became a little bit longer conversations. Then... my confidence was risen again!

And when we went on vacation to Wisata Bahari Lamongan, I began to know that he is really crazy bule. bule gila. wekekekekekekek!!! bacause he climbs up the coconut tree there, for God`s shake!!! There`s no bule doing that crazy thing here in WBL!! Then, we had a long conversation and he tolds us about many things, including his activities and what he fond of... From him I knew that apparently, not all bule is a party goers, clubbers, smokers.... I mean, he tolds us that he prefer to sleep instead of going to the club. He even hates cigarette and agree that cigarette is HARRAM. because there`s nothing good in it. Only brought us a massive disease.

In short, we are getting closer as a friend and everytime we met, we will have a conversation. quick or long, depends on the situations. So without I realised, I began to speak english easily and even sometimes I spoke to my housekeeper in english! hakakakakak! Thankyou, Allah! You`ve made me knew this bule. And thakyou, mister! You`ve improved my english!

Some important things I`ve learn from him and his bule friends are :

1. They are so ON TIME!

if we said to them we had a meeting at 4 p.m, he will certainly be there on time or couple of minutes BEFORE the exact time. When he tolds his bule friend from Netherlands that he has experienced having a meeting which postponed for 3 hours, his friend spontaneusly said : "oh, that is insane."

intine adalah TELAT IKU EDIAN!!!!

2. They are so WELL PREPARED!

if they had to do something, they will prepare it well. I mean, REALLY PREPARE IT WELL.

my bule friend often tolds me that he cannot go hangout with his friend because he has to prepare his lessons for tomorrow or for two days ahead. Some of his bule friend also tolds us that one thing that makes they surprised is Indonesian people are often unprepared and unscheduled. Those are doesn`t makes sense to them. So, prepared well and scheduled well. I think they are suits with this quote, "FAILED TO PLAN IT`S MEANS PLAN TO FAILED."

Gagal merencanakan berarti merencanakan untuk gagal.

3. They are so thoughtful of SAVING MONEY.

They tolds me that Surabaya is wellknown as a town which has very wide economic differentiation. In other side, people has to struggle really hard to earn money for example, only for 30.000 rupiahs to buy some food. But in other side, people are easily to waste their money for instance about 300.000 rupiahs only to buy a cup of coffee.

One of this bule even dare to tried a traditional barber shop to cut his hair because he didn`t want to spend his money for about 160.000 rupiahs to have a haircut at SUTOS. At this traditional barber shop, he only spend his money for 9.000 rupiahs.

4. They are so EFFECTIVE.

They are used to do everything effectively. When they had some plans, they will arranged them affectively so they could have an optimum result.

5. They are so TOLERANT.

When they comes to Indonesia, they knew that Indonesia is the biggest moslem country in the world, so they had to careful with their attitude, they also understand that we had to pray 5 times a day, they didn`t mind with hijab/veil for moslem woman, and another things. They also respects our religion and culture very well.

well..actually theres more, but I`ve already sleepy (-.-)zzz

So I`ll telll you another time.

In short, thankyou Mister Maciek for being my first bule friend (^0^)/